UMKM2 mnt baca · Diperbarui 17 Oktober 2026

Rotan Punya Nilai Tambah Besar, Pengrajin Jangan Lupa Menghitung Waktu

Penguatan industri rotan perlu disertai hitungan biaya pengrajin. Waktu kerja, barang gagal, dan revisi ikut menentukan margin produk.

Redaksi Laksa
Tim Penulis & Editor Laksa Berita
Rotan Punya Nilai Tambah Besar, Pengrajin Jangan Lupa Menghitung Waktu
Rotan Punya Nilai Tambah Besar, Pengrajin Jangan Lupa Menghitung Waktu. Foto: Dok. Laksa

Analisis berita

Produk kerajinan sering dinilai dari bahan dan tampilannya. Di balik itu, waktu pengerjaan, penghalusan, pemeriksaan mutu, dan perbaikan ikut menentukan apakah harga jual benar-benar menutup biaya usaha.

Penguatan industri menjadi perhatian

ANTARA pada 17 Oktober 2026 memberitakan dorongan Menteri Perindustrian untuk memperkuat industri mebel dan kerajinan, khususnya berbasis rotan, guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing. Pembahasan di tingkat industri memberi konteks peluang. Hasil penjualan dan kemampuan produksi setiap pengrajin tetap perlu diperiksa berdasarkan kondisi usahanya sendiri.

Waktu kerja bukan biaya yang boleh hilang

Analisis Redaksi Laksa: ketika pemilik ikut membuat barang, jam kerjanya mudah dianggap tanpa biaya karena tidak selalu dibayar terpisah. Akibatnya, harga terlihat menguntungkan sampai pesanan bertambah dan usaha harus membayar orang lain untuk pekerjaan yang sama.

Catat tahapan pembuatan dari persiapan bahan hingga kemasan. Bedakan waktu pengerjaan aktif dengan waktu menunggu proses. Dua desain yang memakai bahan senilai sama dapat membutuhkan jam kerja sangat berbeda, sehingga harga berdasarkan bahan saja berisiko meratakan margin secara keliru.

Barang gagal tetap menghabiskan sumber daya

Gunakan catatan pemeriksaan mutu untuk menghitung jumlah yang layak dikirim. Misalnya, dalam simulasi sepuluh barang dibuat tetapi satu perlu dikerjakan ulang. Waktu dan bahan tambahan itu harus masuk evaluasi biaya, bukan hanya disebut pekerjaan kecil yang tidak berpengaruh.

Perhatikan penyebab berulang: ukuran tidak konsisten, sambungan, finishing, atau kerusakan saat pengiriman. Perubahan proses yang mengurangi pekerjaan ulang dapat lebih bermanfaat daripada sekadar meminta tim bekerja lebih cepat. Pilih perbaikan berdasarkan masalah yang benar-benar tercatat.

Jelaskan nilai produk kepada pembeli

Katalog sebaiknya memuat ukuran, bahan, pilihan warna, perawatan, dan waktu produksi yang masuk akal. Foto perlu menggambarkan barang dengan jujur. Jika menggunakan foto contoh, jelaskan variasi yang mungkin muncul pada produk kerajinan dan batas perubahan yang bisa disepakati.

Untuk pesanan khusus, tuliskan biaya serta persetujuan perubahan desain sebelum pengerjaan. Simpan versi gambar yang disetujui pembeli agar tim tidak memproduksi berdasarkan dua rujukan berbeda. Kejelasan ini melindungi hubungan pelanggan sekaligus membantu mengendalikan biaya revisi.

Setelah pesanan selesai, bandingkan waktu rencana dengan waktu aktual. Gunakan hasilnya untuk memperbaiki harga dan jadwal pesanan berikutnya. Nilai tambah akan lebih terasa bagi usaha ketika kualitas produk disertai hitungan biaya yang lengkap dan janji pengiriman yang dapat ditepati.

Baca juga

Sumber dan catatan redaksi

Menperin upayakan penguatan industri kerajinan pacu nilai tambah - ANTARA News. Sumber diperiksa pada 18 Oktober 2026.

Naskah disusun dengan bantuan AI berdasarkan sumber tertaut, bukan liputan lapangan atau wawancara langsung Laksa. Analisis dan simulasi, jika ada, ditandai terpisah dari fakta sumber.

#industrirotan#hargaprodukkerajinan#nilaitambah
Bagikan Artikel